Tuesday, 17 June 2014

Sejarah Mesin Jahit


Bismillah...

Salam kasih sayang buat semua yang sudi membaca. Kali ini saya dengan rendah dirinya ingin berkongsi satu informasi berguna. Khususnya bagi yang suka menjahit di luar sana:). 

Umum mengetahui bahawa bidang jahitan sudah wujud lama di dunia ini. Sebenarnya bidang jahitan secara umumnya terbahagi kepadaa dua iaitu :
  1.  Jahitan tangan
  2. Jahitan mesin

Jahitan Tangan



Jahitan jenis ini merupakan permulaan kepada kewujudan bidang jahitan. Sewaktu manusia sudah mula mendapat idea untuk mencantum sesuatu misalnya fabrik, mereka sudah mula menjahit menggunakan teknik ini. Jahitan tangan merupakan kaedah menjahit yang menggunakan tangan sepenuhnya. Jarum dan benang adalah dua benda yang sangat penting bagi aktiviti ini. Antara contoh jahitan tangan zaman dahulu yang sepenuhnya menggunakan tangan ialah jahitan smocking dan sulaman tangan. Di antara jahitan yang masih popular dengan jenis jahitan ini ialah jahitan tulang belud, mata lalat, sulaman bunga, sulaman riben dan crosstitch. Jahitan jenis tangan sepenuhnya ini memakan masa yang agak lama namun hasilnya lebih halus.

Jahitan Mesin

Jenis jahitan ini muncul setelah adanya teknologi pembuatan mesin. Teknologi memperkenalkan mesin jahitan telah memudahkn hidup manusia khususnya yang bergiat dalam bidang jahitan. Saya menjumpai artikel ringkas ini semasa sedang mencari gambar mesin jahit paling awal di dunia ;

Mesin jahit

Mesin jahit adalah peralatan mekanik atau elektromekanik yang berfungsi untuk menjahit.
Sejarah menjahit dengan menggunakan jarum sudah dimulai pada awal-awal peradaban manusia. Bahan jarumnya bermacam-macam, ada yang dibuat daripada batu, tembaga, tulang, ataupun gading. Jarum yang masih kasar itu digunakan untuk menyatukan kulit haiwan menjadi pakaian. Sementara benang yang digunakan dibuat dari otot haiwan. Jarum logam digunakan sekitar abad ke-14, yang merupakan jarum dengan menggunakan lubang yang umum dijumpai pada saat ini.

Awal Penemuan Mesin Jahit

Pada tahun 1755, seorang imigran Jerman, Charles Weisenthal, yang tinggal di Inggris, mematenkan penemuan jarumnya yang khusus dirancangnya untuk sebuah mesin. Sayangnya patennya tidak sesuai dengan mesin yang menggunakan jarum tersebut.

Berikutnya, seorang pembuat almari berasal dari Inggris, Thomas Saint yang juga mencipta mesin jahit pada tahun 1790. Tidak diketahui apa Saint benar-benar membuat prototipe mesin yang digunakan pada saat itu, atau hanya sekadar mematenkan agar mendapatkan royalti, kelak jika mesin itu bisa dibuat. Yang pasti, Thomas Saint berjaya memperincikan ciptaannya dengan sebuah benda tajam yang dapat membuat lubang pada kulit dan memasukkan jarum pada lubang yang ada. Selangkah lebih maju dari Weisenthal. Namun reproduksi penemuan Saint itu ternyata tidak mampu beroperasi.

Perkara ini juga dilupakan oleh Balthasar Krems. Warga berkebangsaan Jerman ini menemukan mesin automatik untuk menjahit topi pada tahun 1810. Dia tidak mematenkan penemuannya dan kononnya mesinnya tidak pernah berfungsi dengan baik.
Usaha untuk membuat mesin jahit memang tidak pernah pudar. Banyak pula yang akhirnya menyebabkan perang paten. Namun tidak sedikit pula yang berakhir dengan kegagalan. Contohnya John Adams Doge dan John Knowles dari Amerika. Mereka berdua membuat mesin jahit pada tahun 1818 namun akhirnya mesin itu gagal saat digunakan untuk menjahit sejumlah kain.

Mesin Jahit yang bisa berfungsi diciptakan oleh Barthelemy Thimonier pada tahun 1830. Mesin ini hanya menggunakan satu benang dan sebuah jarum kait seperti jarum sulam. Sayangnya, penemuan ini tidak memperoleh sambutan baik dari masyarakat. Bahkan dirinya hampir terbunuh ketika sejumlah penjahit membakar fabrik miliknya kerana takut menjadi saingan dan menimbulkan pengangguran akibat penemuan mesin jahitnya.

Muncul pula seorang Amerika. Beliau cuba membuat mesin jahit dan sukses pada tahun 1834, yang bernama Walter Hunt. Namun , dia tidak merasa bahagia dengan penemuannya, kerana dia berasa penemuannya akan menimbulkan pengangguran.
Mesin jahit ada bermacam-macam :
  1. mesin jahit khusus, digunakan untuk satu perkerjaan menjahit tertentu,
  2. mesin jahit umum,
  3. mesin jahit serba guna
  4. mesin jahit listrik
  5. mesin jahit kaki
  6. mesin jahit tangan
Mesin Jahit Elias Howe
Puncak penemuan mesin jahit terjadi di Amerika Serikat yang ditemukan oleh Elias Howe. Mesin buatannya menggunakan dua benang dari arah berlawanan dan memiliki jarum berlubang untuk benang di bagian ujung. Jarum itu didesak menembus kain dan membuat semacam lengkungan benang di sisi bawah kain. Sebuah benang dari arah lain disisipkan ke dalam lengkungan tadi. Lalu kedua benang membuat jalinan yang mengunci kain. Kabarnya temuan ini inspirasi dari mimpinya. Dalam mimpinya, perut Howe ditusuk oleh seorang kanibal dengan tombak dalam tidurnya. Bentuk ujung tombak inilah yang dijadikan inspirasi buat menciptakan jarum yang sudah lama dicarinya.



Perang Paten
Namun setelah penemuannya, Howe dihadapkan dengan masalah dengan mempertahankan paten dan memasarkan penemuannya. Akhirnya dia berjuang selama sembilan tahun. Perang paten sendiri pecah ketika Isaac Singer menemukan mekanisme naik turun pada mesin jahit dan Allen Wilson mengembangkan alat kait pemintal berputar. Mesin jahit belum menjadi barang produksi hingga tahun 1850-an. Setelah Isaac Singer berjaya membuat mesin jahit dengan jarum jahit yang boleh digerakkan kayuhan pedal kaki, maka kejayaan penjualan mesin jahit secara komersial terbuka. Sebelumnya, mesin jahit terdahulu menggerakkan jarumnya dari tepi dan digerakkan dengan tangan.

Bagaimanapun, mesin Isaac Singer menerapkan mekanisme jalinan dua benang yang dipatenkan Howe. Maka Elias Howe menuntut Isaac Singer atas paten yang serupa dan berhasil memenangkannya pada tahun 1854. Sebenarnya Walter Hunt menerapkan jalinan benang dari dua sumber benang dan jarum berlubang. Namun pengadilan memutuskan paten jatuh ke tangan Howe setelah Hunt membatalkan patennya.

Jika Hunt tetap mematenkan penemuannya, Elias Howe dapat dikalahkan dalam tuntutannya dengan Isaac Singer. Maka atas kekalahan itu, Isaac Singer mesti membayar royalti paten Elias Howe. Jika paten yang dimiliki warga Inggris, John Fisher pada tahun 1844 itu tidak hilang, maka Fischer akan terlibat dalam perang paten mesin jahit. Hal ini kerana mesin renda buatannya menerapkan mekanisme yang serupa dengan mesin Howe maupun Singer.
Keberhasilan dalam mempertahankan hak atas patennya membuat keuntungan Elias Howe melonjak naik. Pendapatan tahunannya yang semula 300 dolar Amerika menjadi lebih dari 200.000 dolar AS per tahun untuk saat itu. Dalam kurun waktu 14 tahun (1854-1867), Howe mengumpulkan dana hingga 2 juta dolar AS atas penemuannya. Dia lantas menyisihkan sebahagian kekayaannya selama Perang Saudara Amerika bagi Pasukan Infantri dan sebahagian lagi sumbangan atas nama peribadinya.

No comments:

Post a Comment